Bagaimana mengatasi Penyakit Ayam Birma

Bagaimana mengatasi Penyakit Ayam Birma

Cara mengatasi Penyakit Ayam Birma Tingginya angka kematian yang terjadi pada peternak ayam ini apalagi yang masih berusia 2 bulan kebawah. H

Pemberian Makan Berdasarkan Jenis Ayam Aduan
Ciri Anak Ayam Bagus Untuk Aduan
6 Jenis Ayam Yang Terkenal Bengis Dalam Arena Sabung Ayam
Makanan Ayam Aduan
Melatih Leher Ayam Jago

Cara mengatasi Penyakit Ayam Birma

Tingginya angka kematian yang terjadi pada peternak ayam ini apalagi yang masih berusia 2 bulan kebawah. Hal ini disebabkan karena pada usia 2 bulan keatas ayam ini sudah cenderung kebal terhadap penyakit. Kemungkinan bagi ayam yang dewasa biasanya akibat faktor cuaca dll atau faktor lingkungan. Sehingga untuk hal itu, pasti akan menimbulkan kebingungan bagi para peternak dan dibawah ini akan diulas 10 nama penyakit dan cara mengobati ayam sakit yang bisa kamu terapkan pada ayam kamu sehingga kamu dapat beternak dengan sukses.

Ayam Birma merupakan hewan ternak yang biasanya dimiliki dalam jumlah uang cukup banyak. Sehingga untuk ayam birma ini, bila memiliki satu penyakit pada si ayam birma ini maka bisa menjalar kepada ayam lainnya dan bisa berakibat fatal karena akan merugikan pemiliki peternak ayam birma. Inilah yang menjadi kendala para peternak ayam birma yang memiliki peluang yang bagus dan banyak yang terjun kedalam bidang ini

Solusinya Jika Terkena Pada Ayam Birma

Jenis penyakit pada ayam birma memang cukup merisaukan, namun tak perlu terlalu khawatir, bagaimanpun penyakit ayam birma yang anda miliki pasti dapat disembuhkan. Berikut adalah beberapa jenis penyakit dan solusi yang dapat diberikan terhadap penyakit pada ayam birma, antara lain :

  • Berak Kapur

Untuk penyakit yang menyerang ayam yang satu ini, disebabkan oleh bakteri Salmonella pullorum sehingga sering disebut penyakit pullorum .Penyakit ini bertahan selama 1 tahun di tanah sehingga berarti selama itu pula si ayam bisa terjangkit walau sudah sembuh. Usia yang dapat diserangnya selama 1-10 hari dan ayam dewasa. Angka kematian pada anak ayam sebesar 85%.

  • Berak Hijau

Penyebab penyakit ini diduga dari bakteri penyebab berak kapur yaitu Salmonella pullorum. Penularan penyakit ini bisa terjadi pada saat ayam jantan mengawini ayam betina, pakan maupun air minum, air minum dan pakan. Penyakit ini bisa berkembang menjadi kronis dan dapat berujung kematian. Gejala yang ada pada ayam yaitu kurang nafsu makan, kotoran encer, mulut berlendir, jengger kebiruan dll. Untuk pengobatan juga belum tersedia sehingga disarankan melakukan usaha pencegahan dengan dilakukannya vaksinasi secara rutin dan menjaga kebersihan kandang. Dengan itu maka kami rasa anda harus terus melakukan vaksinasi terhadap kandang ayam birma yang anda miliki tersebut.

  • Kolera

Penyakit yang satu ini disebabkan bakteri Pasteurella multocida ataupun Pasteurella gallinarum yang menyerang ayam petelur dan ayam boiler. Penyakit ini menyerang pernafasan maupun pencernaan melalui kontak langsung, pakan, peralatan, manusia, tanah air minum dll. Penyakit ini bisa berakibat kronis dan berujung kematian. Gejala yang ada pada ayam yaitu nafsu makan berkurang, sesak nafas, jengger dan piall kebiruan, kotoran encer dan bau busuk. Mengenai pengobatan bisa dilakukan dengan menggunakan koleridin atau bisa ditambah obat herbal seperti daun pepaya dan temuireng yang direbus. dan preparat sulfat atau antibiotik seperti noxal, ampisol atau inequil.

  • Marek
  • Untuk penyakit yang kesekian ini bisa juga disebut Visceral Leukosis yang dijangkiti oleh virus DNA herpes tipe B. Untuk umur ayam ini yang paling rawan adalah ayam berumur 3-10 minggu, yang merupakan masa diamana menjelang kematangan seksualnya. Gejala ayam yang dengan penyakit ini adalah tubuh kurus, lemas, pucat, sempoyongan, mata buta serta ada tumor dibawah kulit .
  • Berak Darah

Untuk penyakit yang satu ini biasanya disebut Koksidiosis dengan gejala pada ayam berupa nafsu makan berkurang, pertumbuhan terhambat, kotoran lembek dan cenderung cari dengan warna coklat kehitaman karena mengandung darah. Penyakit ini disebabkan oleh protozoa dari genus Eimiria sp. Parah atau termakan oleh si ayam. Ketika ayam ini dilakukan pembedahan, makan usus besarnya akan membengkak kemudian berisi darah. Penyakit ini bisa diobati dengan m enggunakan noxal, sulfaquinoksalin, diklazuril atau yang lainnya.